2. Perilaku Kelompok

Perilaku kelompok melibatkan tindakan antarindividu dalam upaya mencapai tujuan bersama, di mana anggota-anggota saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai aspirasi kelompok. Respons individu terhadap norma dan struktur sosial kelompok menjadi bagian dari perilaku kelompok.

Kelompok primer adalah yang paling asli dan paling dekat secara sosial. Mereka terbentuk dari interaksi yang erat, saling kerja sama, dan keakraban, namun pada dasarnya tetap memperkuat sifat-sifat sosial dan tujuan individu. Kelompok formal, di sisi lain, adalah kelompok yang disusun dengan struktur dan tujuan yang jelas untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Kelompok informal berkembang melalui proses integrasi, daya tarik, dan kebutuhan individu tanpa struktur yang terdefinisi. Kelompok terbuka selalu siap menerima perubahan dan inovasi, sementara kelompok tertutup cenderung menjaga stabilitas dan resisten terhadap perubahan. Kemudian, ada kelompok referensi yang menjadi tempat seseorang melakukan referensi dan identifikasi dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh kelompok tersebut.

Fungsi kelompok bagi individu maupun organisasi sangatlah beragam. Pertama, kelompok memastikan stabilitas perusahaan dengan menjadi alat utama untuk mengurangi rasa ketidakamanan, kegelisahan, dan kurangnya rasa mampu. Kemudian, kelompok juga berperan dalam menyelesaikan tugas-tugas kompleks dan memerlukan ketergantungan antar anggota yang sulit dilakukan secara individu. Selain itu, kelompok menjadi sarana penting untuk menyatakan identitas diri dan mendapatkan pengakuan. Kelompok juga mendorong lahirnya ide-ide baru serta kreativitas dalam menyelesaikan suatu tugas. Sebagai alat koordinasi, kelompok bisa menghubungkan beberapa departemen yang saling bergantung. Selain itu, kelompok berfungsi sebagai mekanisme pemecahan masalah dengan memproses informasi dan interaksi antara anggota yang memiliki pengetahuan yang berbeda. Terakhir, kelompok memberikan kekuatan atau power yang tidak dapat dicapai secara individu, memberikan manfaat besar baik bagi anggota maupun organisasi secara keseluruhan.

Pengembangan kelompok melalui beberapa tahap yang khas. Tahap pertama adalah Tahap Pembentukan (Forming Stage), di mana anggota kelompok baru beradaptasi, mencari peran, dan menetapkan tujuan. Kemudian, kelompok masuk ke Tahap Kekacauan (Storming Stage), di mana mungkin terjadi konflik karena perbedaan pendapat dan gaya kerja. Setelah itu, kelompok bergerak ke Tahap Menyusun Norma (Norming Stage), di mana norma-norma kelompok mulai terbentuk, dan kerja sama meningkat. Tahap berikutnya adalah Tahap Mengerjakan, di mana kelompok bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Terakhir, setelah tujuan tercapai atau tugas selesai, kelompok memasuki Tahap Membubarkan (Adjourning Stage), di mana anggota merenungkan pengalaman mereka bersama dan mempersiapkan diri untuk perpisahan dari kelompok. Tahap-tahap ini mencerminkan evolusi dinamis yang umum terjadi dalam pengalaman kelompok.

Pembentukan kelompok melibatkan beberapa karakteristik yang penting. Pertama, struktur kelompok menentukan bagaimana anggotanya terhubung dan berinteraksi satu sama lain. Kedua, hirarki status dalam kelompok mengatur tingkat kekuasaan atau pengaruh yang dimiliki oleh setiap anggota. Selanjutnya, peranan yang diemban oleh anggota kelompok juga memainkan peran kunci dalam membentuk dinamika kelompok. Kepaduan antar anggota dan prestasi kelompok merupakan faktor penting lainnya, di mana keharmonisan dan kesuksesan kelompok dapat terwujud melalui kolaborasi yang baik dan pencapaian bersama tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, karakteristik ini secara bersama-sama membentuk landasan yang kokoh bagi terbentuknya kelompok yang efektif dan berdaya saing.

Berdasarkan analisa dari pemaparan di atas, perilaku kelompok terbentuk dari interaksi antarindividu yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, di mana norma dan struktur sosial memengaruhi respons individu. Kelompok primer terbentuk dari interaksi erat dan keakraban, sedangkan kelompok formal memiliki struktur dan tujuan yang jelas, dan kelompok informal berkembang secara alami tanpa struktur yang terdefinisi. Kelompok terbuka menerima perubahan, sementara kelompok tertutup menjaga stabilitas. Fungsi kelompok meliputi memastikan stabilitas, menyelesaikan tugas kompleks, mengekspresikan identitas diri, mendorong kreativitas, dan menyediakan kekuatan kolektif. Pengembangan kelompok melalui tahap pembentukan, kekacauan, penyusunan norma, pengerjaan, dan pembubaran mencerminkan evolusi dinamis. Struktur, hirarki status, peranan, kepaduan, dan prestasi membentuk dasar bagi kelompok yang efektif dan kompetitif.

Sebagai contoh, berdasarkan studi kasus dari laporan residensi I dan II Bagian Keperawatan RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa tahun 2012, ditemukan bahwa beberapa isu muncul terkait fungsi pengarahan. Sebanyak 40% kepala ruangan mengaku kurang paham tentang supervisi, 70% di antaranya belum melaksanakan supervisi karena belum membuat POA (Planning of Action), dan 23% perawat pelaksana merasa atasan mereka tidak mengevaluasi pekerjaan mereka. Data residensi tersebut menggambarkan bahwa masalah-masalah ini berhubungan dengan ketidak lancaran komunikasi. Terdapat juga permasalahan dalam fungsi ketenagaan yang berkaitan dengan struktur kelompok. Sejumlah 20% kepala ruangan menganggap kebutuhan tenaga masih kurang, sementara 70% dari mereka menyatakan bahwa kompetensi tenaga perawat belum memadai. Selain itu, 80% kepala ruangan menyebutkan bahwa mereka tidak terlibat dalam program rotasi dan mutasi staf keperawatan. Untuk menyelesaikan masalah-masalah ini, fokus dapat diberikan pada aspek komunikasi, struktur kelompok, kerja tim, penyelesaian konflik, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan.

Referensi:

Afriani, D. (2023). “PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI. MAKALAH TEORI 

DAN PERILAKU ORGANISASI , 1-9.

Liziana, D. (2017, November 12). Makalah Perilaku Kelompok Dalam Organisasi. Retrieved 

from www.scribd.com: https://www.scribd.com/document/364185618/Makalah-PerilakuKelompok-dalam-Organisasi

Nugrogo, R. A. (2020, Agustus 30). Dasar-Dasar Perilaku Kelompok. Retrieved from 

rinoan.staff.uns.ac.id: https://rinoan.staff.uns.ac.id/files/2009/06/dasar-dasar-perilakukelompok.pdf

WAHJONO, S. I. (2022). PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI. juni, 1-19. 

Retrieved from file:///D:/SEMESTER%206/BAPOPerilakuKelompok.pdf

Komentar

Postingan Populer