6. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah proses memilih tindakan terbaik dari beberapa pilihan yang ada. Ini dilakukan secara sistematis, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti risiko, biaya, manfaat, dan dampak sosial. Pendekatan ini penting dalam organisasi atau bisnis karena itu merupakan inti dari perencanaan. Tanpa pengambilan keputusan yang baik, perencanaan tidak akan efektif.
Pada dasarnya, ketika kita membuat keputusan, banyak hal bisa memengaruhi pilihannya. Ada hal-hal di dalam diri kita sendiri, seperti nilai-nilai yang kita pegang, apa yang kita lebih suka, dan pengalaman yang telah kita alami sebelumnya. Di samping itu, ada juga faktor-faktor dari luar, seperti jika kita terburu-buru karena waktu, atau jika kita harus mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian. Semua faktor ini, baik dari dalam maupun dari luar, bisa memengaruhi cara kita membuat keputusan.
Proses pengambilan keputusan itu seperti langkah-langkah dalam membuat keputusan penting. Pertama, kita harus memahami dan merumuskan masalah yang dihadapi. Setelah itu, kita mengumpulkan dan menganalisis data yang bisa membantu kita memecahkan masalah tersebut. Selanjutnya, kita mencari beberapa alternatif solusi yang mungkin bisa dipilih. Kemudian, kita mengevaluasi setiap alternatif untuk menentukan yang terbaik. Setelah alternatif terbaik dipilih, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan keputusan tersebut. Terakhir, kita perlu mengevaluasi hasil dari keputusan yang telah diambil untuk melihat apakah tujuan telah tercapai atau tidak.
Gaya pengambilan keputusan adalah cara atau pendekatan seseorang dalam membuat keputusan. Ada empat gaya utama: mengarahkan, analitis, konseptual, dan perilaku. Gaya mengarahkan lebih fokus pada memerintah dan mengarahkan orang lain dalam pengambilan keputusan. Gaya analitis menekankan pada pengumpulan dan analisis data serta informasi sebelum membuat keputusan. Gaya konseptual lebih cenderung untuk melihat gambaran besar dan ide-ide besar dalam pengambilan keputusan. Sedangkan gaya perilaku lebih memperhatikan hubungan sosial dan interaksi antar orang dalam proses pengambilan keputusan.
Etika dalam pengambilan keputusan tidak hanya dipengaruhi oleh proses berpikir rasional, tetapi juga oleh emosi. Gaudine dan Thorne (2001) mengusulkan sebuah model yang menunjukkan bagaimana emosi memengaruhi cara individu membuat keputusan etis. Selart dan Johansen (2011) menemukan bahwa situasi yang penuh dengan stres cenderung memiliki dampak yang lebih besar terhadap perilaku etis daripada situasi yang hanya melibatkan dilema etika, terutama ketika hukuman atau penghargaan terlibat. Ini menunjukkan bahwa faktor-faktor emosional seperti stres dapat memengaruhi perilaku etis seseorang.
Keputusan bisa dibagi menjadi dua jenis utama: keputusan rutin dan keputusan tidak rutin. Keputusan rutin adalah keputusan yang sering terjadi dan sudah ada prosedurnya untuk menanganinya. Biasanya, keputusan ini sudah memiliki langkah-langkah yang jelas untuk diambil. Sementara itu, keputusan tidak rutin adalah keputusan yang terjadi pada situasi-situasi khusus dan tidak berulang. Keputusan ini mungkin memerlukan pertimbangan dan analisis tambahan karena tidak ada prosedur tetap untuk mengatasinya.
Dari tinjauan penjelasan yang telah disampaikan, pengambilan keputusan adalah proses krusial dalam setiap organisasi atau bisnis, melibatkan pertimbangan kompleks terkait risiko, biaya, manfaat, dan dampak sosial. Dalam proses ini, faktor-faktor internal dan eksternal, seperti nilai-nilai individu dan tekanan waktu, memengaruhi pilihan yang diambil. Pendekatan yang digunakan dalam pengambilan keputusan dapat bervariasi, dari mengarahkan, analitis, konseptual, hingga perilaku, dan keputusan itu sendiri dapat dibagi menjadi rutin dan tidak rutin. Pentingnya etika juga tercermin dalam proses ini, di mana emosi, seperti stres, dapat memengaruhi perilaku etis seseorang. Dalam konteks bisnis, kesadaran terhadap gaya pengambilan keputusan dan jenis keputusan yang dihadapi dapat mengarah pada strategi yang lebih efektif dan keputusan yang lebih baik secara keseluruhan.
Sebagai contoh, berdasarkan studi kasus tentang Nike. Nike adalah perusahaan terkemuka dalam produksi sepatu di seluruh dunia. Mereka menggunakan citra atlet terkenal untuk menarik minat konsumen, dan untuk mengurangi biaya produksi, mereka membeli sepatu dari pemasok di Asia yang menawarkan harga yang rendah. Pada tahun 1983, Nike mengalami masalah dalam manajemen yang mengakibatkan dampak negatif pada 350 karyawan. Sebagai respons, PHIL, Ketua Dewan Direksi, memutuskan untuk memulihkan posisi Nike sebagai produsen sepatu nomor satu dengan mengedepankan peningkatan penjualan melalui konsep "Nike Global Segmentation & Targeting".
Adapun studi kasus mengenai pengambilan keputusan terkait Kartu Pegawai Elektronik (KPE) pada pemerintah, terkait dengan implementasi Peraturan Kepala BKN Nomor 7 Tahun 2008. KPE adalah kartu identitas bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menyimpan data secara elektronik, termasuk informasi tentang PNS dan keluarganya. Dalam konteks ini, pembuatan dan penerbitan KPE memerlukan keputusan yang tepat dari pihak berwenang, terutama terkait dengan prosedur pemberian KPE tambahan. KPE tambahan diberikan kepada PNS dan tetap berlaku bahkan setelah PNS tersebut pensiun, serta diberikan pula kepada suami/istri dan anak dari PNS yang telah pensiun. Oleh karena itu, dalam pengambilan keputusan terkait KPE, pemerintah harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kebijakan yang berlaku dan kebutuhan individual PNS dan keluarganya, untuk memastikan pemberian KPE yang sesuai dan adil.
Referensi:
Amalia, Rizki dan Firmadhani Citra. (2022). TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Bandung : CV. TUJUH MEDIA PRINTING
Fahmi, Irham. (2013). MANAJEMEN PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Bandung : Alfabeta
Kusnadi, Dedek. (2015). PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PERILAKU ORGANISASI. Jambi : Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi
Prastyawan, Agus dan Lestari, Yuni. (2015). PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Surabaya : Unesa University Press
Sari, Eliana. (2007). PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI. Jakarta : Jayabaya University Press
Sitorus Pane, Fitri Handayani dan Siregar Sylviana. (2022). PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA SAAT DAN PERILAKU DALAM ORGANISASI. Medan : Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan manajemen (JIKEM)
Syah, Lin Yan. (2014). PERILAKU ORGANISASI (Konsep dan Implementasi). Bogor : IN MEDIA
Tewal, Bernhard, dkk. (2017). PERILAKU ORGANISASI. Bandung : CV. PATRA MEDIA GRAVINDO
Wibowo. (2014). PERILAKU DALAM ORGANISASI. Jakarta : Rajawali Pers
Wijaya, Candra. (2017). PERILAKU ORGANISASI. Medan : LPPPI (Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia
https://www.coursehero.com/file/141426259/CONTOH-KASUS-PENGAMBILAN-KEPUTUSANdocx/
Komentar
Posting Komentar